twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail Website counter

Pages

Showing posts with label Asal Muasal. Show all posts
Showing posts with label Asal Muasal. Show all posts

Wednesday, January 1, 2014

Bukti Tuhan itu Ada

Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata.

Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka.

Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada, di manakah Tuhan itu?”

Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang alim tersebut.

Tuesday, December 31, 2013

Cara Cermin Memantulkan Cahaya

Cermin adalah sebuah benda yang saat ini selalu kamu temui di mana-mana. Kamu pasti sering melihat ke cermin saat akan merapikan dandanan, rambut, atau pakaianmu. Sepeda motor atau mobilmu juga dibekali dengan cermin bernama spion yang akan membantumu melihat kondisi jalanan di belakangmu. Banyak juga ya kegunaan cermin. Padahal yang sesungguhnya dilakukan cermin hanyalah memantulkan kembali hampir semua cahaya yang diterimanya, lho. Eh tapi bagaimana sih cermin bisa memantulkan cahaya seperti itu?

Sebenarnya, cermin hanya terbuat dari kaca biasa. Kaca biasa (bukan cermin) akan meneruskan hampir seluruh cahaya yang diterimanya sehingga terlihat transparan di mata kita. Nah, sekarang coba lihat di bagian belakang cermin. Ada sebuah lapisan kan? Bagian pemantul cahaya yang ada pada cermin adalah lapisan di bagian belakang itu. Lapisan itu merupakan lapisan logam yang sangat tipis. Zaman sekarang, logam yang biasa digunakan adalah perak atau alumunium.

Dibalik Suara yang Kita Dengar

Setiap harinya kita selalu mendengar berbagai macam suara. Mulai dari suara kita sendiri, suara hewan-hewan di sekitar kita, sampai suara dalam lagu maupun film. Semuanya setiap hari berdengung di telinga kita. Tetapi pernahkah kamu berpikir sebenarnya apakah suara itu? Bagaimana suara bisa terdengar di telinga kita? Bagaimana bisa ada suara yang tinggi dan rendah, juga suara yang lantang dan lirih?

Baiklah, kalau begitu sebenarnya apa sih suara itu? Suara itu tidak lain adalah gelombang dari tekanan udara. Ketika ada sebuah suara, molekul-molekul yang ada di udara termampatkan sesaat. Ini menyebabkan timbulnya gelombang akibat perubahan tekanan sesaat itu. Umumnya, gelombang suara ini bersifat periodik, artinya pola gelombangnya berulang setiap sekian waktu tertentu.

Mengapa Cokelat Putih Tetap disebut Cokelat?

Cokelat? Siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini. Makanan ringan yang biasanya kita temui dalam bentuk batangan ini tersedia dalam berbagai variasi, dari mulai yang sangat pekat, sangat manis, hingga yang dicampur dengan rasa tertentu. Dari semua varian cokelat yang ada, mungkin salah satu varian yang membingungkan adalah cokelat putih. Ya, cokelat ini sama sekali tidak berwarna cokelat dan berasa seperti cokelat, bahkan cenderung berasa seperti susu. Lantas mengapa cokelat putih tetap disebut cokelat ya?

Mungkin kamu sudah tahu bahwa cokelat terbuat dari biji tanaman cacao. Pada proses pembuatannya, biji cacao ini mengalami berbagai proses dari mulai pemangganggan hingga penggilingan atau penumbukan. Dalam proses tersebut, sebagian biji cacao ini meleleh menjadi lemak nabati. Lemak ini disebut juga mentega cocoa

Yang Unik dari Sejarah Kancing Baju

Jika kita perhatikan, beberapa baju kita seperti jas atau blazer, di bagian lengannya terdapat kancing, ada yang berderet, ada juga yang hanya satu buah. Kalau dipikir-pikir kancing itu tidak ada fungsinya karena tidak untuk mengaitkan apapun dan tidak ada lubang untuk memasukkannya. Jadi, apakah fungsinya hanya untuk hiasan saja? Ya, untuk jaman sekarang memang hanya untuk aksesoris saja, tapi sejarahnya dulu nggak begitu, lho!

Pada abad 18, Prusia diperintah oleh Raja Frederich Agung. Beliau terkenal sangat disiplin dan sangat menyukai kebersihan. Pada suatu hari, Raja Frederich melakukan inspeksi pada pasukannya untuk mengecek kedisiplinan dan kebersihan mereka. Dari inspeksi tersebut, Raja Frederich mendapati bagian lengan seragam para prajuritnya ini sangat kotor dan dekil, melebihi bagian seragam yang lain. Usut punya usut, ternyata hal ini disebabkan mereka memiliki kebiasaan menyeka wajah mereka yang berkeringat dengan ujung lengan seragam mereka. Maka, demi kerapian

Asal Muasal SMS dengan 160 Karakter

Barangkali sms atau Short Message Service sekarang ini sudah tidak sesulit dulu. Sekarang kita mau sms sangat panjang pun sudah bukan masalah lagi. Namun, dulu layanan sms standar hanya mengijinkan kita menggunakan 160 karakter. Nah, sebenarnya bagaimana asal mula pembatasan ini muncul dan atas pertimbangan apa?

Usut punya usut, ternyata masalahnya bukan karena keterbatasan teknologi. Masalah ini berawal dari seorang pengembang telekomunikasi asal Jerman bernama Friedhelm Hillebrand. Pada tahun 1986, Friedhelm Hillebrand merupakan pimpinan Nonvoice Services Committee of the Global System for Mobile Communications. Satu tahun sebelumnya, pada tahun 1985, ia duduk di ruang kerja rumahnya dan terus berbicara tanpa henti. Sementara itu, juru tulisnya diminta mengetik apa yang diucapkannya. Setelah itu, Hillebrand menghitung huruf, angka, spasi, tanda baca di tiap halaman yang diketik juru tulisnya. Ternyata, Hillebrand menemukan bahwa hampir setiap pembicaraannya terdiri dari satu atau dua baris, atau sekitar 160 karakter.

Asal-Usul Kartu Kuning dan Kartu Merah

Buat kamu yang suka nonton bola, pasti udah nggak asing sama kartu kuning dan kartu merah. Apakah kartu kuning dan merah ini sudah dikenal sejak sepakbola modern muncul? Ternyata tidak. Kartu kuning dan merah ini baru muncul pada abad 20, yaitu tahun 1970. Ide mengenai kartu kuning ini muncul pada Piala Dunia 1966, pada perempat final antara tuan rumah Inggris dan Argentina. Wasit yang memimpin pertandingan berasal dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein.

Karena melakukan pelanggaran keras, kapten Argentina, Antonio Rattin, dikeluarkan oleh Kreitlein. Namun, Rattin tak paham apa maksud wasit asal Jerman itu. Dia pun tak segera meninggalkan lapangan. Wasit Inggris yang bertugas di pertandingan itu, Ken Aston, kemudian masuk ke lapangan. Dengan sedikit modal bahasa Spanyol, dia meminta Rattin untuk meninggalkan lapangan lantaran wasit yang memimpin pertandingan, Rudolf Kreitlein, memutuskan begitu. Karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, ia kesulitan menjelaskan keputusannya kepada Rattin.
 

Iklan


Sample Text

Iklan